• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

Juli 23, 2025
Mendagri Tito Ajak Pemda Perkuat Gotong Royong Tangani Dampak Bencana

Mendagri Tito Ajak Pemda Perkuat Gotong Royong Tangani Dampak Bencana

Agustus 30, 2026
DEO Sorong Jadi Pintu Gerbang Raja Ampat, Yan Mandenas Dorong Penerbangan Internasional

DEO Sorong Jadi Pintu Gerbang Raja Ampat, Yan Mandenas Dorong Penerbangan Internasional

Agustus 30, 2026
ADVERTISEMENT
Menbud Fadli Zon Dorong Kebudayaan Indonesia Bertransformasi Menjadi Pilar Ekonomi Baru

Menbud Fadli Zon Dorong Kebudayaan Indonesia Bertransformasi Menjadi Pilar Ekonomi Baru

Agustus 30, 2026
KPK Dorong Penguatan TPPU untuk Pulihkan Aset Korupsi

KPK Dorong Penguatan TPPU untuk Pulihkan Aset Korupsi

Agustus 30, 2026
Perbaikan Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Pastikan Aliran Air Kembali Bertahap

Perbaikan Pipa Muka Kuning Rampung, BP Batam Pastikan Aliran Air Kembali Bertahap

Agustus 30, 2026
Pasal Penghinaan Pemerintah Dihapus, Warga Bebas Kritik Tanpa Pidana

Pasal Penghinaan Pemerintah Dihapus, Warga Bebas Kritik Tanpa Pidana

Agustus 29, 2026
Bahas Lingkungan hingga Kolaborasi Keilmuan, Prabowo dan Ramos Bertemu di Istana Merdeka

Bahas Lingkungan hingga Kolaborasi Keilmuan, Prabowo dan Ramos Bertemu di Istana Merdeka

Agustus 29, 2026
Isu Papua Barat akan Dibahas di PIF ke-55 di Palau

Isu Papua Barat akan Dibahas di PIF ke-55 di Palau

Agustus 29, 2026
Polda Kepri Ajak Orang Tua Perketat Pengawasan Anak Demi Cegah Risiko di Lokasi Aksi

Polda Kepri Ajak Orang Tua Perketat Pengawasan Anak Demi Cegah Risiko di Lokasi Aksi

Agustus 29, 2026
Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Internasional, Tiarma Convention Center Siap Beroperasi Awal September 2026

Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Internasional, Tiarma Convention Center Siap Beroperasi Awal September 2026

Agustus 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Tagih Janji Gubernur PBD, Mama Pedagang Papua Turun Jalan

[Daerah]

Juli 23, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
117
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Mama Pedagang Papua saat melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya//dokP2MKS

SORONG, satukanindonesia.com – Pedagang asli Papua yang terdiri dari penjual Noken, Sayur, dan hasil bumi melakukan aksi atau demonstrasi di halaman kantor Gubernur Papua Barat Daya, kota Sorong, Selasa (22/07/2025).

Aksi yang dilakukan merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang dinilai mengabaikan kepentingan ekonomi kerakyatan.

Levina Duwit, Koordinator Perempuan Papua Membangun Kedaulatan Sosial (P2MKS) menyebutkan, Pedagang Papua (mama Papua) selama ini hanya dijadikan objek politik dan janji kampanye, tanpa kepastian kebijakan nyata.

“Mama-mama Papua bukan peminta-minta. Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga dan masyarakat adat. Tapi di mana tempat yang layak untuk mereka jualan? Sudah tahun 2025, kami masih jual di trotoar, di kolong, bahkan di bawah panas dan hujan. Di mana keadilan untuk perempuan Papua?”kata Levina.


Ditambahkannya, pemerintah provinsi lebih memilih membangun berbagai proyek besar yang tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil, khususnya mama-mama Papua.

“Gubernur bisa bangun tugu, bisa bangun gedung. megah, tapi kenapa tidak bisa bangun satu pasar saja untuk mama-mama Papua? Apakah kami ini tidak penting di mata pemerintah?”ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pasar permanen yang bersih, ramah dan khusus bagi mama Papua adalah bentuk konkret dari perlindungan ekonomi berbasis gender dan budaya.

Pasalnya, selama ini banyak mama Papua yang dipinggirkan dari pasar resmi dan tidak memiliki akses ruang untuk menjual hasil kebun mereka secara aman.

“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi tempat kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi kami berlangsung. Di situlah mama-mama bertemu, saling dukung, dan bertahan hidup. Maka kami minta, jangan tunda-tunda lagi! Bangun pasar khusus untuk mama Papua sekarang juga!”tegasnya.

Levina menegaskan, keberpihakan nyata terhadap perempuan adat Papua tidak cukup dengan kata manis di media sosial, tapi harus dibuktikan melalui kebijakan anggaran dan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan komunitas perempuan di akar rumput. Mereka sudah cukup lama bersabar.

“Kami tidak mau hanya dengar janji. Kami menuntut realisasi. Kami minta gubernur segera bertemu langsung dengan komunitas pedagang mama Papua dan tetapkan lokasi serta anggaran pembangunan pasar,”pintannya.

P2MKS dan komunitas pedagang perempuan Papua menyatakan, siap mengawal tuntutan ini dengan aksi massa lebih besar jika Pemprov Papua Barat Daya tidak segera memberikan respon.

Mereka juga berencana menyurati DPR Provinsi Papua Barat Daya dan meminta dukungan fraksi-fraksi, untuk memprioritaskan anggaran pasar mama-mama Papua dalam APBD Perubahan 2025.

“Ini bukan soal proyek. Ini soal martabat mama-mama Papua. Kami ingin berdagang dengan tenang, tanpa diusir, tanpa digusur. Dan itu hanya bisa terjadi kalau pemerintah bangun pasar yang berpihak pada kami,”kata Levina.

Sementara Yohanis Mambrasar, koordinator Aksi menegaskan, akan terus menyuarakan hak-hak ekonomi mama pedagang Papua dan mendesak pemerintah untuk segera bertindak konkret.

Misalnya, Kementerian Sosial RI untuk menyediakan dana simpan pinjam berbentuk koperasi khusus bagi mama-mama pedagang Papua, serta kepada Kementerian Perhubungan RI untuk menyediakan transportasi penunjang, terutama bagi pedagang yang berdomisili di pinggiran Kota Sorong.

“Kami minta Gubernur Papua Barat Daya segera menindaklanjuti aspirasi kami. Jangan tunda-tunda lagi. Kami juga minta Kementerian Perdagangan RI segera berkoordinasi dengan gubernur agar disediakan tempat jualan yang layak dan bantuan modal usaha,”kata Yohanis.

Ia menegaskan, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tetapi sebuah panggilan moral, pengingat keras bahwa di balik jargon Otonomi Khusus Papua, masih ada suara rakyat kecil yang diabaikan.

“Wajah-wajah perempuan Papua yang setiap hari berjuang demi menyambung hidup di emperan jalan, kini bangkit dan menagih keadilan,”pungkasnya. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Demonstrasikantor Gubernur Papua Barat DayaKota SorongMama Pedagang PapuaTagih Janji Gubernur PBD
ShareTweetSend

Related Posts

Kemdiktisaintek Didesak selesaikan Persoalan Tunjangan Kinerja Dosen

Kemdiktisaintek Didesak selesaikan Persoalan Tunjangan Kinerja Dosen

Februari 6, 2025
Perayaan HAM se-Dunia di Manokwari Dinilai Ternoda, LBH Papua: Segera Proses Hukum Komandan PHH

Perayaan HAM se-Dunia di Manokwari Dinilai Ternoda, LBH Papua: Segera Proses Hukum Komandan PHH

Desember 13, 2023
LBH Papua Soroti Polisi Terkait Pembubaran Masa Aksi 1 Desember di Kota Sorong

LBH Papua Soroti Polisi Terkait Pembubaran Masa Aksi 1 Desember di Kota Sorong

Desember 2, 2023

Massa Demo Depan Gedung KPK, Tuntut Firli Bahuri Mundur

April 6, 2023

Tolak Kriminalisasi Johannes Rettob, Warga Mimika Gelar Aksi Damai

Maret 8, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?